setelah hampir berbulan bulan tak bertemu, ketika sudah sekian banyak benci menumpuk dalam hatiku, amarah yang q pendam membara terhadap dirimu.
ketika terlalu munafik saat ku sibukkan diriku mnyiksa fisik ku terhadap kerjaan dan waktu, hanya untuk sekedar sedikit melupakan mu.
di sudut jalan itu, kita bertemu setelah pertengkaran hebat kita. setelah sekian banyak caci makian kita. kita bertemu.
melihat mu memakai baju yang dulu sering q setrika kan untuk kau pakai pergi kerja, dengan sepatu yang pernah ku pilihkan untuk mu di sebuah pusat perbelanjaan, dengan rambut yang tak terurus, acak2an yg sering q tegur, dengan mata dan senyum yang sama seperti dlu. kamu..... adalah orang yang sangat aku cintai, terlalu aku cintai, meski benci ku meradang atas kamu.
q tahan tangis yang hendak mendobrak barisan pertahanan ego ku atas dirimu. berusaha q alihakan pandangan ku untuk sekedar mengaburkan apa yang mungkin mampu kau baca.
Senin, 01 Desember 2014
Selasa, 11 November 2014
Kesakitan
Entah harus mengatakan apa, ketika segala sesuatu telah terjadi dan kita hanya bisa melihat tanpa mampu melakukan apa2.
Enggan sebenarnya mengungkit, ato mengingat apa yang telah aku lakukan bertahun tahun hanya untuk menjadikan keinginan itu menjadi nyata. dulu... sempat aq berfikir, terus saja berjuang, krn tuhan selalu ada di belakang mereka yang tidak pernah berputus asa.
tapi ternyata tidak semua....
aq di kejutkan oleh banyak hal di belakangan hari ini.
dan aku benar benar tidak paham.
tuhan pemilik penuh atas kehidupan manusia, termasuk aku. akan seperti apa aku, akan di jadikan seperti aku, ternyata benar2 hak mutlak Engkau ya Rabb.
aku hanya butuh kekuatan untuk berlapang dada, aq hanya butuh kekuatan untuk ikhlas, dan bersyukur akan apapun yang terjadi.
agar sakit hati ku tidak menjadikan ku pembenci.
Bukankah Tuhan Maha Adil.... DIA akan menjadikan cerita ini menjadi sangat adil.... mungkin nanti.
ini bukan umpatan, sebisa mungkin akan q doakan terbaik.
untuk Muh. Ilham Ischak yang telah terlalu menyakiti saya.... semoga tuhan mengampuni kamu
Enggan sebenarnya mengungkit, ato mengingat apa yang telah aku lakukan bertahun tahun hanya untuk menjadikan keinginan itu menjadi nyata. dulu... sempat aq berfikir, terus saja berjuang, krn tuhan selalu ada di belakang mereka yang tidak pernah berputus asa.
tapi ternyata tidak semua....
aq di kejutkan oleh banyak hal di belakangan hari ini.
dan aku benar benar tidak paham.
tuhan pemilik penuh atas kehidupan manusia, termasuk aku. akan seperti apa aku, akan di jadikan seperti aku, ternyata benar2 hak mutlak Engkau ya Rabb.
aku hanya butuh kekuatan untuk berlapang dada, aq hanya butuh kekuatan untuk ikhlas, dan bersyukur akan apapun yang terjadi.
agar sakit hati ku tidak menjadikan ku pembenci.
Bukankah Tuhan Maha Adil.... DIA akan menjadikan cerita ini menjadi sangat adil.... mungkin nanti.
ini bukan umpatan, sebisa mungkin akan q doakan terbaik.
untuk Muh. Ilham Ischak yang telah terlalu menyakiti saya.... semoga tuhan mengampuni kamu
Selasa, 08 Juli 2014
Bukan Aku, Bukan Kamu, Tapi "KITA"
Ini tentang menyeimbangkan hidup dan berjalan beriringan.
Dimana Ketika dunia begitu kejam, kamu menjadi tempatku untuk selalu pulang, dan aq menjadi tempatmu untuk selalu kembali,
yang bisa membuat kita sangat sabar satu sama
lain, dan saling berusaha mengerti meski terkadang sulit.
Menerima Kamu apa adanya, wajah yang mungkin tak rupawan, tapi kebersamaan dengan mu adalah sesuatu yang aq yakini harus aq perjuangkan.
Masa lalu tidak begitu aku persoalkan. karna itulah yang membentuk mu menjadi
yang sekarang.
Setiap Harapan, cinta dan Usaha untuk saling menjaga, menghormati, menghargai.
Sebuah Cinta yang mungkin tak pernah kita Ucapkan dalam secarik kertas yang di sebut surat cinta.
Hanya Doa Doa yang terpancar dari mata mu, yang kemudian aku amini dengan Hati ku.
Kita pernah mencoba untuk saling meninggalkan satu dengan yang lain.
Kita pernah mencoba untuk berjalan masing masing.
Tapi semua tempat, semua langkah, semua orang, semua kejadian selalu saja membuat kita saling mengingat kembali.
Tuhan selalu punya cara untuk mempertemukan kita. Meski kita telah saling bersembunyi
7 tahun lalu hingga saat ini
Langganan:
Komentar (Atom)


